ILMU.NET

Kumpulan Ilmu Bermanfaat, SEMOGA BERKAH…

KHALIFAH UMAR DAN WANITA KELAPARAN

May
18

umarAslam, pembantu Khalifah Umar bin Khathab RA bercerita :

“Suatu ketika aku pernah bersama Sayidina Umar RA pergi ke kota Hirah yang terletak di dekat kota Madinah. Kemudian dari kejauhan, di atas gunung tampak api unggun menyala.

Sayidina Umar berkata kepadaku, ‘Mungkin itu adalah sebuah kafilah yang kemalaman dan belum sempat memasuki kota. Mereka terpaksa menunggu di luar kota. Mari kita lihat bagaimana keadaan mereka.’

Setelah sampai di tempat nyala api tersebut, nampaklah seorang wanita dengan beberapa anak kecil di sekelilingnya sedang menangis meronta-ronta.

Sementara itu wanita tersebut sedang merebus air dalam sebuah kuali di atas tungku yang menyala. Setelah memberi salam dan meminta izin untuk mendekat, Sayidina Umar kemudian bertanya, ‘Mengapa anak-anak ini menangis?’ (more…)

ISRO’ MI’RAJ ROSULULLOH

Apr
12

Tatkala Rosululloh sedang berada di kediamannya datanglah jibril kepada beliau dan mengajak beliau ke masjidil harom, di masjidil haram beliau ditempatkan di Hijir Isma’il, setelah itu beliau Rosululloh di bedah dadanya, di keluarkan hatinya dan dibasuh dengan air zamzam sebanyak tiga kali serta diisi dengan sifat santun, ilmu, keyakinan dan keislaman.

Dalam membedah dada Rosululloh malaikat Jibril di bantu oleh Malaikat Mikail. Setelah itu beliau diberi Stempel Kenabian, yaitu berupa sepotong daging kecil yang muncul yang terletak di belakang pundak beliau sebelah kiri.

Kemudian Jibril mendatangkan Buroq dari surga sebagai kendaraan Rosululloh melaksanakan Isro’ , (more…)

Abu Ayub Al-Anshari Rodhiyallahu’anhu

Mar
23

Rasulullah memasuki kota Madinah, dan dengan demikian berarti beliau telah mengakhiri perjalanan hijrahnya dengan gemilang, dan memulai hari-harinya yang penuh berkah di kampung hijrah, untuk mendapatkan apa yang telah disediakan qadar nabi baginya, yakni sesuatu yang tidak disediakannya bagi manusia-manusia lainnya….

Dengan mengendarai untanya Rasulullah berjalan di tengah-tengah barisan manusia yang penuh sesak, dengan luapan semangat dari kalbu yang penuh cinta dan rindu …,berdesak-desakan berebut memegang kekang untanya, karena masing-masingnya menginginkan untuk menerima Rasul sebagai tamunya.

Rombongan Nabi itu mula-mula sampai ke perkampungan Bani Salim bin Auf; mereka mencegat jalan unta sembari berkata:
“Wahai Rasul Allah tinggallah anda pada kami, bilangan kami banyak, persediaan cukup, serta keamanan terjamin … !”
Tawaran mereka yang telah mencegat dan memegang tali kekang unta itu, dijawab oleh Rasulullah: “Biarkanlah, jangan halangi jalannya, karena ia hanyalah melaksanahan perintah … !”

Kendaraan Nabi terus melewati perumahan Bani Bayadhah, lain ke kampung Bani Sa’idah, terus ke kampung Bani Harits ibnul Khazraj, kemudian sampai di kampung Bani ‘Adi bin Najjar …. Setiap suku atau kabilah itu mencoba mencegat jalan unta Nabi, dan tak henti-hentinya meminta dengan gigih agar Nabi shallallahu alaihi wasalam sudi membahagiakan mereka dengan menetap di kampung mereka. Sedang Nabi menjawab tawaran mereka sambil tersenyum syukur di bibirnya ujarnya: “Lapangkan jalannya, harena ia terperintah … !” (more…)

error: 082122338370