ILMU.NET

Kumpulan Ilmu Bermanfaat, SEMOGA BERKAH…

Abu Ayub Al-Anshari Rodhiyallahu’anhu

Mar
23

Rasulullah memasuki kota Madinah, dan dengan demikian berarti beliau telah mengakhiri perjalanan hijrahnya dengan gemilang, dan memulai hari-harinya yang penuh berkah di kampung hijrah, untuk mendapatkan apa yang telah disediakan qadar nabi baginya, yakni sesuatu yang tidak disediakannya bagi manusia-manusia lainnya….

Dengan mengendarai untanya Rasulullah berjalan di tengah-tengah barisan manusia yang penuh sesak, dengan luapan semangat dari kalbu yang penuh cinta dan rindu …,berdesak-desakan berebut memegang kekang untanya, karena masing-masingnya menginginkan untuk menerima Rasul sebagai tamunya.

Rombongan Nabi itu mula-mula sampai ke perkampungan Bani Salim bin Auf; mereka mencegat jalan unta sembari berkata:
“Wahai Rasul Allah tinggallah anda pada kami, bilangan kami banyak, persediaan cukup, serta keamanan terjamin … !”
Tawaran mereka yang telah mencegat dan memegang tali kekang unta itu, dijawab oleh Rasulullah: “Biarkanlah, jangan halangi jalannya, karena ia hanyalah melaksanahan perintah … !”

Kendaraan Nabi terus melewati perumahan Bani Bayadhah, lain ke kampung Bani Sa’idah, terus ke kampung Bani Harits ibnul Khazraj, kemudian sampai di kampung Bani ‘Adi bin Najjar …. Setiap suku atau kabilah itu mencoba mencegat jalan unta Nabi, dan tak henti-hentinya meminta dengan gigih agar Nabi shallallahu alaihi wasalam sudi membahagiakan mereka dengan menetap di kampung mereka. Sedang Nabi menjawab tawaran mereka sambil tersenyum syukur di bibirnya ujarnya: “Lapangkan jalannya, harena ia terperintah … !” (more…)